Serangan Ke Rumah Wartawan Dianggap Mengancam Hak Publik atas Informasi

ANTERO NEWS NETWORK

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:45 WIB

50176 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, Aceh, 17 Oktober 2025 Kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng lanskap kebebasan pers di Indonesia. Kali ini, peristiwa pilu menimpa Syahbudin Padank, seorang wartawan senior dari 1kabar.com yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Provinsi Aceh dan anggota aktif Serikat Siber Wartawan Indonesia (SWI). Diduga karena aktivitas jurnalistik yang dilakukannya, rumah dan kendaraan pribadinya menjadi sasaran teror pada dini hari yang mengusik ketenangan keluarga serta memunculkan ketakutan mendalam di kalangan wartawan lain di wilayah tersebut.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Lae Mbetar, Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada pihak kepolisian dengan nomor laporan STTLP/B/137/X/2025/SPKT/POLRES SUBULUSSALAM/POLDA ACEH, Syahbudin menyebutkan bahwa insiden bermula sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan kesaksian Darmawati, tetangga korban, suara keras terjadi disertai dengan aktivitas mencurigakan dua sepeda motor yang mondar-mandir di depan rumah korban. Suara knalpot digeber dan klakson dibunyikan terus menerus, menimbulkan suasana mencekam yang membuat warga sekitar enggan keluar rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncaknya terjadi saat anak Syahbudin mendapati kaca belakang mobil keluarga dalam keadaan pecah sekitar pukul 05.00 WIB. Syahbudin yang kemudian mengecek rekaman kamera dan mendokumentasikan kerusakan itu, langsung melapor ke SPKT Polres Subulussalam dan menghubungi sejumlah media lokal. Ia meyakini bahwa kejadian itu bukan peristiwa kriminal biasa, melainkan bagian dari upaya intimidasi terhadap aktivitas jurnalistik yang dijalankannya.

Dalam pelaporannya kepada polisi, Syahbudin menekankan bahwa serangan tersebut terkait erat dengan profesinya sebagai wartawan. Ia menuntut aparat untuk tidak hanya memproses kasus ini sebagai pengrusakan, melainkan juga sebagai pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Beberapa pasal yang disorot mencakup Pasal 4 ayat (3) yang menjamin kemerdekaan pers dalam mencari dan menyampaikan informasi; Pasal 8 yang menjamin perlindungan hukum bagi jurnalis; serta Pasal 18 ayat (1) yang menegaskan bahwa setiap tindakan yang menghambat kerja pers bisa dikenai pidana maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta. Selain itu, pelaku juga dapat dijerat Pasal 406 KUHP mengenai pengrusakan barang milik orang lain, menjadikan kasus ini sebagai pelanggaran multidimensional yang menyentuh aspek hukum sipil, pidana, dan hak asasi manusia.

Dampak psikologis dari peristiwa itu tidaklah ringan. Keluarga Syahbudin, termasuk istri dan anak-anaknya, mengalami guncangan emosional karena merasa tidak lagi aman bahkan di rumah mereka sendiri. Lebih dari sekadar pengrusakan fisik, serangan ini membuka luka baru mengenai kenyataan bahwa menjalani profesi sebagai penyampai kebenaran di sejumlah titik di negeri ini masih menyimpan risiko tinggi.

Kejadian tersebut berbuntut panjang dan memancing gelombang solidaritas serta kecaman dari berbagai komunitas pers, tokoh masyarakat, serta pegiat hukum dan HAM. Suhendri Solin, Ketua SWI Subulussalam, menyatakan bahwa serangan terhadap Syahbudin adalah serangan terhadap seluruh komunitas jurnalis yang dijamin undang-undang. Ia menuntut kepolisian untuk mengusut tuntas motif dan pelaku. Seruan senada disampaikan oleh Agus Flores, Ketua Umum FRN Counter Polri Nusantara, yang mengecam keras tindakan yang menurutnya mencerminkan pelecehan terhadap prinsip negara hukum serta pelemahan UU Pers. Ia memandang kasus ini sebagai ujian nyata bagi keberpihakan institusi penegak hukum terhadap kebebasan pers.

Pihak redaksi tempat Syahbudin bekerja juga angkat bicara. Chaidir Toleransi, S.H., selaku Pimpinan Umum 1kabar.com, menyebut bahwa ini bukan kali pertama jurnalis lapangan menghadapi tekanan. Namun, lanjutnya, membiarkan kekerasan semacam ini berlalu tanpa penyelesaian hukum berarti menyeret demokrasi menuju ruang gelap. Ia dengan tegas menuntut Kapolres Subulussalam menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

Di luar itu, jeritan moral juga dilontarkan oleh elemen masyarakat sipil. Abdiansyah dari Detik Aceh turun langsung memberi dukungan moral, sementara Antoni Tinendung (Ketua LSM Putra Aceh), dan T. Simbolon (Ketua DPD LSM Penjara PN Sumut) menilai teror terhadap wartawan sebagai bentuk pelanggaran HAM yang sangat serius. Mereka meminta agar Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera turun tangan.

Tidak hanya tuntutan terhadap aparat lokal, desakan juga dialamatkan kepada level nasional. Kapolri diminta untuk memantau langsung penanganan perkara ini sebagai bentuk komitmen melindungi mekanisme demokrasi di lapangan. Dewan Pers diimbau untuk turun memberikan pendampingan hukum terhadap korban dan memastikan bahwa kejadian semacam ini tak terulang. Dalam situasi seperti ini, keberanian institusi dalam menyikapi kasus-kasus intimidasi menjadi tolak ukur sejauh mana negara hadir dalam menjamin kebebasan berekspresi.

Kejadian ini mengungkap kenyataan pahit bahwa kerja jurnalistik di Indonesia, terutama di daerah-daerah rawan, masih jauh dari kata aman. Ketika seorang wartawan diserang karena tugas jurnalistiknya, yang dirusak bukan hanya hak individu wartawan semata, tetapi juga hak publik atas informasi dan kontrol terhadap kekuasaan. Kekerasan terhadap pers sesungguhnya adalah bentuk penghinaan terhadap demokrasi itu sendiri. Kasus ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa ruang-ruang aman bagi jurnalis tak boleh lagi dikoyak oleh impunitas dan pembiaran.

Kejahatan terhadap wartawan bukanlah perkara pribadi, ini menyangkut masa depan demokrasi dan kualitas informasi publik di negeri ini. Dalam situasi yang semakin kompleks dan rentan terhadap upaya pembungkaman, masyarakat diimbau untuk tidak tutup mata. Wartawan bukan musuh; mereka adalah mata dan telinga masyarakat untuk mengawal kebenaran.

Tagar-tagar solidaritas seperti #KeadilanUntukWartawan, #LawanTerorPers, #TegakkanUUPers, dan #JanganTakutBersuara mulai ramai disuarakan di berbagai platform, sebagai bentuk solidaritas terhadap Syahbudin Padank dan rekan-rekan jurnalis lain yang terus bekerja di garis depan demokrasi. Negara tidak boleh absen, penegakan hukum harus menjadi jawaban mutlak atas segala bentuk teror terhadap kebenaran.

(TIM MEDIA)

Berita Terkait

Surat Terbuka Seorang Warga Sikalondang: Ketika Rasa Aman Terkoyak oleh Deru Knalpot dan Teror di Tengah Malam
Syahbudin Padang Desak Hentikan Kriminalisasi Wartawan dan Jamin Kebebasan Pers

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:54 WIB

Puluhan Mamak-Mamak Datangi Polsek Tanjung Morawa, Desak Polisi Segera Tangkap Gerombolan DP Cs

Senin, 6 Juli 2026 - 21:26 WIB

Resepsi Pernikahan Aura dan Rizki Berlangsung Penuh Kebahagiaan, Ratusan Tamu Undangan Doakan Semoga Menjadi Keluarga Yang Sakinah Mawaddah Warahmah

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:24 WIB

Gelar Jumat Sehat, Plt. Kepala Lapas Narkotika Langkat Pimpin Jalan Santai Sekaligus Kontrol Area Brandgang

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:04 WIB

Tingkatkan Jasmani dan Sportivitas WBP, Lapas Narkotika Langkat Resmi Buka Turnamen Mini Soccer “Plt KALAPAS CUP”

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:03 WIB

Kanwil Ditjenpas Sumut lakukan Pemeriksaan Lanjutan Warga Binaan Terkait Dugaan Kasus Love Scamming

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:33 WIB

Tingkatkan Motivasi dan Imunitas, Lapas Narkotika Langkat Gelar Apel Penghargaan Pegawai Teladan dan Pembagian Vitamin

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:59 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Narkotika Langkat Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Gabungan Blok Hunian

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:35 WIB

Tembus Rp7,08T, Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen pada 2025, Ditopang Produksi dan Efisiensi

Berita Terbaru

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

post 138000906

post 138000907

post 138000908

post 138000909

post 138000910

post 138000911

post 138000912

post 138000913

post 138000914

post 138000915

post 138000916

post 138000917

post 138000918

post 138000919

post 138000920

post 138000921

post 138000922

post 138000923

post 138000924

post 138000925

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

cuaca 228000651

cuaca 228000652

cuaca 228000653

cuaca 228000654

cuaca 228000655

cuaca 228000656

cuaca 228000657

cuaca 228000658

cuaca 228000659

cuaca 228000660

cuaca 228000661

cuaca 228000662

cuaca 228000663

cuaca 228000664

cuaca 228000665

cuaca 228000666

cuaca 228000667

cuaca 228000668

cuaca 228000669

cuaca 228000670

cuaca 228000671

cuaca 228000672

cuaca 228000673

cuaca 228000674

cuaca 228000675

cuaca 228000676

cuaca 228000677

cuaca 228000678

cuaca 228000679

cuaca 228000680

cuaca 228000681

cuaca 228000682

cuaca 228000683

cuaca 228000684

cuaca 228000685

cuaca 228000686

cuaca 228000687

cuaca 228000688

cuaca 228000689

cuaca 228000690

post 238000581

post 238000582

post 238000583

post 238000584

post 238000585

post 238000586

post 238000587

post 238000588

post 238000589

post 238000590

post 238000591

post 238000592

post 238000593

post 238000594

post 238000595

post 238000596

post 238000597

post 238000598

post 238000599

post 238000600

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

info 328000561

info 328000562

info 328000563

info 328000564

info 328000565

info 328000566

info 328000567

info 328000568

info 328000569

info 328000570

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

berita 428011461

berita 428011462

berita 428011463

berita 428011464

berita 428011465

berita 428011466

berita 428011467

berita 428011468

berita 428011469

berita 428011470

berita 428011471

berita 428011472

berita 428011473

berita 428011474

berita 428011475

berita 428011476

berita 428011477

berita 428011478

berita 428011479

berita 428011480

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

kajian 638000041

kajian 638000042

kajian 638000043

kajian 638000044

kajian 638000045

kajian 638000046

kajian 638000047

kajian 638000048

kajian 638000049

kajian 638000050

kajian 638000051

kajian 638000052

kajian 638000053

kajian 638000054

kajian 638000055

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000031

article 788000032

article 788000033

article 788000034

article 788000035

article 788000036

article 788000037

article 788000038

article 788000039

article 788000040

article 788000041

article 788000042

article 788000043

article 788000044

article 788000045

article 788000046

article 788000047

article 788000048

article 788000049

article 788000050

article 788000051

article 788000052

article 788000053

article 788000054

article 788000055

article 788000056

article 788000057

article 788000058

article 788000059

article 788000060

news-1701