TANJUNG MORAWA –
Gelombang keresahan masyarakat atas aksi kebrutalan gerombolan preman bersenjata yang terjadi di Tanjung Morawa terus membesar.
Selasa sore (7/7/2026), puluhan mamak-mamak dari sejumlah lingkungan di Tanjung Morawa mendatangi Polsek Tanjung Morawa, mendesak aparat kepolisian segera menangkap gerombolan pengacau kemanan pimpinan DP Cs.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan para ibu rumah tangga itu merupakan bentuk protes sekaligus tuntutan agar polisi bertindak cepat setelah rentetan aksi penembakan, pelemparan bom molotov, hingga dugaan percobaan pembunuhan Osama dan pembakaran yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.
Dengan penuh emosi, para mamak-mamak mengaku sudah tidak lagi merasa aman. Mereka khawatir aksi kekerasan serupa kembali terjadi dan mengancam keselamatan warga, termasuk anak-anak.
Menurut keterangan warga, kemarahan masyarakat dipicu karena laporan penyerangan sebelumnya terhadap rumah Osama Junior dinilai belum membuahkan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kondisi itu disebut memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa proses penanganan perkara berjalan lamban.
Sejumlah warga bahkan menyampaikan kekecewaannya di Mapolsek Tanjung Morawa dan meminta penyidik mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, serta tidak memihak kepada pihak mana pun.
Dalam aksi tersebut, para mamak-mamak juga mengingatkan bahwa seorang pria yang diduga terlibat dalam penyerangan, berinisial GR, sebelumnya berhasil diamankan warga saat terjadi amuk massa setelah aksi penyerangan.
Pria tersebut kemudian diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sebelumnya diberitakan, Minggu malam (5/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB, sekelompok orang bersenjata diduga menyerang rumah Osama Junior di Jalan Gerilya, Dusun IV, Kelurahan Pekan Tanjung Morawa. Dalam peristiwa itu, Abima Satria Cipta dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian pinggang.
Selain penembakan, rumah korban dilaporkan mengalami kerusakan akibat tembakan. Kelompok tersebut juga diduga melempar bom molotov dan menyiramkan bahan bakar ke kantor sekaligus sarana olahraga Rayon KB FKPPI Tanjung Morawa. Api yang sempat menyala berhasil dipadamkan warga sebelum meluas.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Tanjung Morawa dengan STTLP Nomor: LP/B/262/VII/2026/SPKT dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
Masyarakat berharap kepolisian segera mengungkap seluruh pelaku berdasarkan alat bukti yang sah, menangkap siapa pun yang bertanggung jawab, serta memulihkan rasa aman di Tanjung Morawa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum mengumumkan tersangka maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.(red)



































