Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:58 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan –
Keluhan tentang maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih sering terdengar di berbagai sentra perkebunan, termasuk di Sumatera Utara.

Tidak hanya kebun perusahaan, petani kecil pun tak luput jadi sasaran. Pencurian bahkan ada yang dilakukan secara teorganisir dilengkapi dengan senjata. Narkoba dipercaya menjadi salah satu penyebab utama aksi ini terjadi.

Di sejumlah desa, aksi pencurian buah sawit jelang panen kerap jadi persoalan serius bagi masyarakat. Sebab, hal itu berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup keluarga mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu di antara petani sawit yang merasakan dampaknya adalah Arman (54), warga Kabupaten Langkat. Kebun sawitnya yang notabene tidak luas sering menjadi sasaran pencurian, terutama menjelang jadwal panen rutin.

Bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun seperti keluarga Arman, setiap tandan yang hilang memiliki arti besar. Buah yang seharusnya menjadi sumber biaya sekolah anak, kebutuhan dapur, hingga modal perawatan kebun, justru berpindah tangan secara ilegal kepada para pelaku pencurian.

“Saya ini petani kecil. Produksi kebun tidak banyak. Jadi ketika buah yang sudah siap panen itu dicuri, dampaknya langsung terasa ke ekonomi keluarga. Pernah saya kesulitan membeli pupuk karena hasil panen berkurang, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi,” ujar Arman saat berbincang di kediamannya, Jumat (19/6/2026).

Perbuatan para pencuri, menurut Arman, semakin hari semakin berani.
“Kalau lihat polanya, pencurinya terorganisir. Terkadang kalau _kepergok_ mereka berani mengancam kami dengan senjata. Jadi ya menakutkan sekali,” kisahnya.

Tidak hanya meresahkan dan sebatas merugikan petani dari segi produktivitas jangka pendek. Sebab kebun sawit masyarakat juga ikut rusak lantaran pencuri kerap memanen TBS secara serampangan.

“Dampaknya panjang. Tidak cuma rugi sekarang, sampai beberapa bulan ke depan hasil kebun kami juga terganggu karena pencuri tidak memanen sesuai standar,” sambung Arman.

Selain petani sawit rakyat, masalah pencurian juga dialami kalangan korporasi. Kebun negara yang dikelola PTPN IV PalmCo di berbagai wilayah Sumatera Utara juga menghadapi persoalan serupa. Luasnya areal dan banyaknya akses masuk ke kawasan kebun sering dijadikan celah oleh pencuri untuk menggondol TBS.

Dampak perbuatan ini tidak hanya berujung pada hilangnya hasil panen. Namun juga terhadap operasional kebun, produktivitas, serta capaian target yang telah disusun Perusahaan. Dalam banyak kasus, buah yang dicuri merupakan tandan matang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Bagi para pekerja lapangan, pencurian sawit juga menciptakan tekanan tersendiri. Mereka terpaksa harus mengeluarkan keringat lebih demi mencapai target. Sebab, ketersediaan TBS matang di lapangan berkurang akibat pencurian.

“Sering kali kami datang ke blok yang seharusnya siap dipanen, tetapi sebagian buah sudah tidak ada. Akibatnya target panen sulit tercapai,” kata Zulfikar (38), seorang pemanen sawit di kebun unit usaha PTPN IV Regional 2.

Menurut Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, pencurian sawit merupakan salah-satu tantangan yang menjadi perhatian khusus bagi manajemen. Selain mengurangi hasil produksi, praktik tersebut juga berpotensi menciptakan rantai ekonomi ilegal yang merugikan banyak pihak.

“Setiap tandan buah yang dicuri bukan hanya mengurangi produksi Perusahaan, tetapi juga berdampak terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha,” ujar Budi.

Sesuai arahan direksi, lanjut Budi, PTPN IV Regional 2 terus melakukan evaluasi dan mengembangkan strategi penguatan sistem keamanan Perusahaan. Misalnya dengan membentuk tim khusus pemetaan wilayah rawan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mempersempit ruang gerak pelaku pencurian.

Sebab dalam beberapa kasus, para pelaku pencurian TBS bekerja secara terorganisasi. Bahkan, sebagian dari mereka juga membekali diri dengan senjata ketika melancarkan perbuatannya. Hal itu, kata Budi, membuat penanganannya perlu pendekatan yang lebih komprehensif.

“Karena itu kami terus memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan patroli, memperbaiki pengawasan di titik-titik rawan, serta memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat,” ujar Budi.

Pencurian TBS telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi PTPN IV PalmCo. Di Distrik Rayon Utara misalnya, angka kehilangan TBS mengalami peningkatan signifikan kurun tiga tahun terakhir. Distrik Rayon Utara sendiri meliputi Kebun Kwala Sawit, Kebun Sawit Sebrang, Kebun Sawit Hulu, Kebun Batang Serangan dan Kebun Air Tenang. Kebun-kebun ini berada di Kabupaten Langkat.

Pada 2024, Distrik Rayon Utara kehilangan 27.405 kg buah sawit dengan nilai kerugian Rp84.297.780. Jumlahnya kemudian meningkat drastis menjadi 215.509 kg pada 2025 dengan nilai kerugian Rp620.881.429. Sementara sejak Januari-Mei 2026, terdapat 219.700 kg TBS yang hilang sehingga menimbulkan kerugian Rp620.881.429.

Menurut Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya korelasi yang erat antara maraknya peredaran narkoba dengan tindak pencurian sawit di sekitar kawasan perkebunan. Beberapa waktu terakhir, dirinya turun langsung ke berbagai lokasi kebun perusahaan dan menemukan kesimpulan bahwa zat adiktif tersebut menjadi salah satu penyebab utama.

“Kami melihat ada pola yang berulang di sejumlah lokasi. Ketika peredaran narkoba meningkat, gangguan keamanan termasuk pencurian hasil kebun juga cenderung meningkat,” ujarnya.

Hasil peninjauan Direksi PTPN IV PalmCo itu relevan dengan hasil riset ilmiah. Berdasarkan sejumlah penelitian, penyalahgunaan narkoba seperti metamfetamin atau sabu-sabu dapat mendorong perubahan perilaku bagi penggunanya, menurunkan kontrol diri, serta memunculkan kebutuhan ekonomi yang meningkat lantaran kecanduan membeli narkotika.

Dalam kondisi ketergantungan, sebagian penyalahguna narkoba berisiko melakukan tindakan kriminal demi memperoleh uang secara cepat guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Saat ini, Sumatera Utara merupakan provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pengguna narkoba di provinsi ini mencapai sekitar 1,5 juta orang pada 2026 atau sekitar 10 persen dari total penduduk. Kabupaten Langkat termasuk daerah terawan di provinsi ini. Di sisi yang sama, BNN juga mendapati bahwa peredaran narkoba kini telah menjangkau hingga ke desa-desa.

Masalah tidak berhenti di situ. Berdasarkan data BNN, mayoritas pengguna narkoba berada pada usia produktif, kelompok yang seharusnya menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Ketika penyalahgunaan narkotika meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu pengguna, tetapi juga keluarga, dunia usaha, dan masyarakat secara luas.

Karena itu, menurut Arya, upaya pemberantasan pencurian sawit dan perang melawan narkoba sejatinya merupakan dua agenda yang saling berkaitan. Ketika peredaran narkotika berhasil ditekan, ruang bagi berbagai tindak kriminal yang menyertainya juga dapat dipersempit.

Sebaliknya, jika narkoba terus merambah, maka ancaman terhadap penghidupan masyarakat serta produktivitas sektor perkebunan akan terus membayangi Sumatera Utara.

“Menjaga kawasan perkebunan dari kejahatan tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan bebas narkotika. Karena itulah PTPN IV PalmCo mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan aparat penegak hukum,. Kami juga akan melakukan berbagai inisiatif bersama seluruh pihak untuk menekan dan mencegah peredaran serta penggunaan narkoba di sekitar kebun” ujar Arya.

Dari peninjauan ini, jajaran direksi PTPN IV PalmCo juga berhasil menemukan sejumlah titik rawan yang selama ini turut menghambat upaya Perusahaan dalam menghentikan untuk pencurian TBS. Contohnya beberapa basis aktivitas kriminal yang mendukung jejaring pencuri sehingga merugikan miliaran rupiah, baik.terhadap kebun sawit rakyat, maupun kebun sawit negara.

Guna menutup celah itu, PTPN IV PalmCo akan terus memperkuat sistem pengamanan sekaligus koordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Ada juga basis-basis penadah yang sebenarnya ini sudah jadi rahasia umum. Semoga semua barang bukti bisa mempercepat penindakan dari para aparat penegak hukum. Kita berharap aparat penegak hukum merespons baik upaya ini,” ujar Arya mengakhiri.(AVID/rel)

Berita Terkait

Kaum Dhuafa dan Lansia Kirim Semangat untuk Ferdy Sanjaya Sembiring
Program Penyetaraan Pendidikan Narapidana, Rutan Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan PKBM Bina Tunas Muda Cakrawala
Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Bergerak, Sentuh Berbagai Lapisan Masyarakat
Gandeng Media, Imigrasi Sumut Gaungkan Semangat “Imigrasi untuk Rakyat
Dari Ruang Sidang ke Ruang Wisuda, Advokat Dongan Nauli Siagian Raih Gelar Magister Hukum di UMSU
Duduk Bersama Bupati Langkat, Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumut Bahas Pengembangan Layanan Keimigrasian
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:25 WIB

Kaum Dhuafa dan Lansia Kirim Semangat untuk Ferdy Sanjaya Sembiring

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

Program Penyetaraan Pendidikan Narapidana, Rutan Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan PKBM Bina Tunas Muda Cakrawala

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:38 WIB

Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Bergerak, Sentuh Berbagai Lapisan Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:04 WIB

Gandeng Media, Imigrasi Sumut Gaungkan Semangat “Imigrasi untuk Rakyat

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:33 WIB

Dari Ruang Sidang ke Ruang Wisuda, Advokat Dongan Nauli Siagian Raih Gelar Magister Hukum di UMSU

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:03 WIB

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:52 WIB

Pangdam I/BB Dampingi Wakasad Kunjungan Kerja ke Yonif TP 852/Arba Yudha Bhakti

Berita Terbaru

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

post 138000906

post 138000907

post 138000908

post 138000909

post 138000910

post 138000911

post 138000912

post 138000913

post 138000914

post 138000915

post 138000916

post 138000917

post 138000918

post 138000919

post 138000920

post 138000921

post 138000922

post 138000923

post 138000924

post 138000925

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

cuaca 228000651

cuaca 228000652

cuaca 228000653

cuaca 228000654

cuaca 228000655

cuaca 228000656

cuaca 228000657

cuaca 228000658

cuaca 228000659

cuaca 228000660

cuaca 228000661

cuaca 228000662

cuaca 228000663

cuaca 228000664

cuaca 228000665

cuaca 228000666

cuaca 228000667

cuaca 228000668

cuaca 228000669

cuaca 228000670

cuaca 228000671

cuaca 228000672

cuaca 228000673

cuaca 228000674

cuaca 228000675

cuaca 228000676

cuaca 228000677

cuaca 228000678

cuaca 228000679

cuaca 228000680

cuaca 228000681

cuaca 228000682

cuaca 228000683

cuaca 228000684

cuaca 228000685

cuaca 228000686

cuaca 228000687

cuaca 228000688

cuaca 228000689

cuaca 228000690

post 238000581

post 238000582

post 238000583

post 238000584

post 238000585

post 238000586

post 238000587

post 238000588

post 238000589

post 238000590

post 238000591

post 238000592

post 238000593

post 238000594

post 238000595

post 238000596

post 238000597

post 238000598

post 238000599

post 238000600

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

info 328000561

info 328000562

info 328000563

info 328000564

info 328000565

info 328000566

info 328000567

info 328000568

info 328000569

info 328000570

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

berita 428011461

berita 428011462

berita 428011463

berita 428011464

berita 428011465

berita 428011466

berita 428011467

berita 428011468

berita 428011469

berita 428011470

berita 428011471

berita 428011472

berita 428011473

berita 428011474

berita 428011475

berita 428011476

berita 428011477

berita 428011478

berita 428011479

berita 428011480

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

kajian 638000041

kajian 638000042

kajian 638000043

kajian 638000044

kajian 638000045

kajian 638000046

kajian 638000047

kajian 638000048

kajian 638000049

kajian 638000050

kajian 638000051

kajian 638000052

kajian 638000053

kajian 638000054

kajian 638000055

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000031

article 788000032

article 788000033

article 788000034

article 788000035

article 788000036

article 788000037

article 788000038

article 788000039

article 788000040

article 788000041

article 788000042

article 788000043

article 788000044

article 788000045

article 788000046

article 788000047

article 788000048

article 788000049

article 788000050

article 788000051

article 788000052

article 788000053

article 788000054

article 788000055

article 788000056

article 788000057

article 788000058

article 788000059

article 788000060

news-1701